Cici merasa sangat sakit hingga dia merasa mati lemas..
Dalam kesadaran yang samar-samar, sepertinya seseorang sedang berjongkok menahan pisau yang menusuknya.
Karena rasa sakit yang di rasakan cici sehingga dia tidak bisa membuka matanya.
Sepertinya dia benar-benar sekarat karena mengeluarkan banyak darah..
Disaat-saat seperti ini ingatan cici tentang xaverios sepuluh tahun yang lalu saat pertama kali mereka bertemu..
Xaverios hanya memberinya sedikit kehangatan dalam kegelapan, dan cici telah mencintainya selama sepuluh tahun.
Ver apakah kamu tahu hari hari yang ku kalui terasa begitu sulit, jika ada kehidupan setelah kematian,aku tidak ingin mencintai mu lagi aku menyesali nya, aku sangat menyesali nya..
Gumam Cici dalam hati disaaat masa kritis nya..
Kini dia benar benar menutup matanya namun masih bisa merasakan hawa dingin terpaan salju malam..
''cici... tunggu sebentar... aku akan mengantarmu ke rumah sakit...cici, tunggu.
Cici... jika kamu pasti bisa bertahan.. Cici aku mencintai mu...''
Sepertinya seseorang memanggil namanya,
Namun dia tak punya tenaga lagi karena kehabisan darah, tiba tiba cici pingsan..
Kini cici mulai terjerumus ke dalam mimpi buruk yang tak ada habisnya lagi.
Dia mimpi bertemu Kaleb.
Caleb memegang es krim favorit nya dan memberikan nya pada cici..
Dengan kikuk ramah berkata:
''cici, makanlah es krim rasa vanilla favoritmu...''
''Terima kasih Caleb.''
Dalam mimpinya, dia tersenyum manis.
Namun tiba tiba seseorang datanh mencekik leher nya.
Bersusah payah dia melawan,namun tak ada guna nya..
"Caleb tolong aku,caleebbb"
Teriak cici memangil nama caleb berharap dia segera menolong melepas kan cengkraman kuat di leher nya saat ini,,
Namun bukan nya menolong nya malah caleb berdiri mematung disaana ..
dia dapat menangkap sosok xaverios yang sedang berad di belakang nya dan bertanya berulang kali mengapa dia membunuh Caleb dan mengapa dia begitu kejam..
Belum sempat cici menjawab kini dia jatuh pingsan kembali,karena mendapat serangan dari xaverios.
Bahkan dalam keadaan sekaraj pun xaverios tega melakukan itu
mimpi berakhir