di bohongin

385 Kata
Xaverios telah menemukan pembunuhnya! Kini akhirnya cici bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah! Mason melambai tangan padanya di atas panggung, tapi cici merobek kerudungnya, melepas sepatu hak tingginya yang jelek dan bergegas dengan panik menuju pintu belakang. Mobil yang sudah di siap kan oleh Rose sudah menunggu. Begitu ia masuk ke dalam mobil, mobil itu melaju kencang dan kemudian mobol itu berhenti di gerbang sebuah pabrik tua di pinggiran kota. Ini adalah lokasi yang dikirim xaverios padanya. Salju semakin lebat. Meski begitu kedinginan, tapi ia tetap berlari menuju sosok yang berdiri di depan pintu. Angin dingin yang menderu-deru meniup gaun putihnya dan mengacak-acak rambut panjangnya yang telah di rias dengan cantik. namun dia berlari dengan senyuman di sudut mata nya dan penuh kegembiraan, seperti pengantin yang putus asa, yang akhirnya menemukan pengantin prianya. . "Xaverios, aku datang. Aku mencarimu. Walaupun saya telah mengalami ketidakadilan selama lima tahun dan akhirnya bisa menemukan bukti" Gumam cici dalam hati "xaverios!!!!!!!" Cici berteriak kegirangan,namun itu bukan lah xaverios,cici berniat ingin patah balik namum tiba tiba ia mendapat serangan dari belakang hingha membuat nya terjatuh, ia mendongak kan kepala nya.. Itu adalah sosok wanita dengan mengenai jubah hitam namun tak tahu siapa itu karena situasi saat ini sedikit gelap,hanya sedikit cahaya bulan saja.. Tiba tiba wanita berjubah itu menghunus kan pisau ke tubuh cici dan... ''cici, pergilah ke neraka!'' Ujar sosok itu dengan suara kejam Detik berikutnya, pisau tajam ditusukkan dengan kuat ke perut bagian bawah nya. Darah mengalir mewarnai gaun pengantin putih yang ia kenakan dan menjadi merah, tubuh cici perlahan jatuh ke tanah seperti kupu kupu yang patah sayap. Air mata nya mengalir. Dia menahan rasa sakitnya dan berkata sambil tersenyum masam dengan terbata bata: ''Mengapa kamu... melakukan ini padaku... apakah dengan kematian ku... Bisa membuatmu bahagia?'' ''Ya, aku hanya ingin kamu mati!" Dengan raungan yang keras, pisau itu di tusukan ke dalam tubuh cici perlahan lahan. Cici berkeringat menahan kesakitan di perut nya. Darah merah cerah mengalir ke seluruh tubuhnya,Air matanya akhirnya mengalir deras. ''Siapa...pembunuh Caleb...'' Tanya cici dengan menjadi sangat lemah. ''Kamu ingin tahu? pergi lah ke neraka dan bertanya hahhaa" Pisau tajam itu terangkat tinggi dan menusuk jantungnya. "demi tuhan aku bersumpah tak akan memaafkn mu,dii...di.. Dimna xa...verios,ke..ke.. Napa ka.. Ka.. Kamu........." Belum sempat dia menghabiskan ucapan nya,tubuh cici tergulai di tanah karena kehabisan darah
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN