melarikan diri dari pernikahan

862 Kata
Cici berteriak dan berusha keras mendorong tubuh xaverios menjauh tapi itu hanya sia sia belaka karena cengkraman tangan xaverios di leher nya semakin kuat.. Di tambah lagi Aroma alkohol yang menyengat dari tubuh xaverios membuat wanita itu mual. Berulang kali cici berupaya untuk mencoba melepaskan cengkraman tangan xaverios, namun semakin ia mencoba untuk melawan semakin kuat pula ia merasa sakit di leher nya.. Xaverios yang sudah di penuhi hawa nafsu lalu membaringkan badan cici,. Cici hanya bisa berbaring di sofa dengan lemah dan membiarkan xaverios menganiayanya dengan brutal. Ia Tak percaya jika xaverios tega memperlakukan dirinya sekeji itu,. Disaat seperti ini lagi lagi air mata cici jatuh,entah untuk yang keberapa kali nya.. Pada saat pria itu hendak mengecup bibir nya Tiba tiba badan xaverios gemetar dan menjauh dari cici seolah terbangun dari mimpi. Xaverios mundur beberap langkah ke belakang, karena tak menyadari ada benda di belakang nya tiba tiba punggungnya membentur meja teh sangat kuat hingga dia merasa kesakitan. Cici menatap xaverios dan berkata ''ver, apa yang kamu lakukan sehingga kamu membiarkan aku pergi? Bahkan jika aku benar-benar membunuh Caleb, bukankah penyiksaan selama lima tahun sudah cukup? Sekarang, aku hanya ingin hidup damai, apakah sesulit itu?'' Mendengar kata-kata cici, xaverios menatapnya lalu berkata: ''cici, apakah kamu ingin aku melepaskanmu?" ''Ya.'' Cici yang kebingungan hanya bisa menganggukkan Kepala.. ''apakah kamu sudah lupa dengan ucapan mu sepuluh tahun yang lalu,disaat kita bertengkar? kamu mengatakan bahwa lebih baik menunggu ku sampai mati daripada membiarkan aku melepaskanmu.'' Ujar xaverios lagi Sesaat cici membeku di tempat,dia tidak menyangka jika xaverios masih mengingat kata yang pernah ia ucapkan sepuluh tahun lalu. Tapi kala itu mereka baru berusia 17 tahun,. Karena bertengkar,cici bersembunyi di kamar dan menangis sepanjang malam. Kemudian seminggu kemudian,xaverios datang menemuinya. Cici menghantrukan dirinya ke dalam pelukan xaverios sambil menangis dan berkata bahwa dia lebih baik menungu dia sampai mati daripada membiarkan xaverios mengabaikan dirinya. Pada tahun itu cici masih terbilang labil dan bodoh dalam dunia percintaan.. Cici merasa bahwa seminggu tanpa xaverios sangat menyakitkan, jadi cici berpikir selama dia bisa tinggal bersama nya tak peduli derita apa yang akan di hadapi nya, yang terpenting adalah HIDUP BERSAMA PRIA YANG DICINTAINYA DARI PADA DITINGGALKAN.. Namun kini kenyataan mengatakan kepadanya bahwa hidup aman lebih baik dari apa pun. Tanpa sadar CICI lalu berlutut di hadapan xaverios,lalu berkata sedikit memohon "ver, jika apa yang saya katakan pada hari itu membuat dirimu salah paham, maka saya minta maaf kepada mu. Sekarang aku hanya memohon padamu untuk tidak datang kepadaku lagi, aku mohon padamu...menjauhlah dariku.'' Ujar cici dengan wajah melas nya ''Ha ha.'' Xaverios tertawa Mendengar ucapan cici,ia tertawa sinis dan matanya memancarkan rasa sakit yang tak terlihat. "Jadi,apakah kamu menyesalinya sekarang?'' ''Ya, aku menyesalinya.'' Balas cici menundukkan kepalanya berkata dengan suara sangat ringan: ''ver, jika aku tahu aku akan disiksa seperti ini olehmu, aku lebih suka tidak mengenalmu sepuluh tahun yang lalu.'' Ujar nya ''Bagus sangat bagus.'' Xaverios maju beberapa langkah dan mencibir, ''Dalam hal ini, saya berharap Anda dan Mason memiliki pernikahan yang bahagia dan panjang umur.'' ''Terima kasih.'' Balas cici, namun ia tidak berani melihat ke arah xaverios.. Leher nya masih terasa sakit akibt cengkraman tangan xaverios tadi.. ''Selamat tinggal.'' Setelah mengatakan kalimat ini xaverios berbalik dan pergi.. Setelah kepergian nya, Cici menyandarkan kepala ke sofa sambil menghela napas lega. Namun entah kenapa kini air matanya mengalir sangat deras.. Cici merasa ini seperti mimpi sekarang xaverios benar-benar rela melepaskannya.. Namun luka di hati cici masih belum sembuh akibat perbuatan pria itu kepada nya lima tahun silam .. Namun pada saat itu juga cici tiba-tiba memahami mereka yang lebih memilih disiksa sampai mati oleh cinta daripada melepaskannya, karena begitu Anda melepaskan seseorang, berarti kalian harus siap untuk menerima kehilangan untuk selama nya. Mereka yang menyukai hal ekstrem akan memahami bahwa hidup tanpa dia lebih menyakitkan daripada bertahan hidup. … …*********** Jarang turun salju di kota romantis tetapi pada hari pernikahan cici dan Mason, salju turun deras dari langit sepanjang hari. Tampaknya hari ini ditakdirkan menjadi hari yang luar biasa. Cici, mengenakan gaun pengantin putih, berdiri di gerbang aula yang megah, membiarkan kepingan salju berjatuhan di atas kepala nya yang menyatu dengan gaun pengantin putihnya. Cici yang takjub karena Aula itu sangat ramai dan semua orang memberi selamat kepada Mason atas pernikahannya yang bahagia. Di hari bahagia ini cici bahkan tak merasakan apa itu arti BAHAGIA.. tidak ada yang datang untuk memberi kalimat selamat kepada dirinya apa lagi Dia tidak punya saudara atau teman,.. Bahkan xaverios, untuk pertama kalinya, tidak mengganggu pernikahannya. Hari ini cici benar benar sangat kesepian. ''Sudah waktunya pengantin wanita masuk.!'' suara MC mampu menyadar kan cici dari lamunan nya, ia mengangkat gaunnya dan berjalan perlahan menuju panggung. Saat lewat di belakang panggung, Rose yang sedang berdandan tiba-tiba meraih tangannya dan memasukkan sebuah catatan ke tangan cici. Ia Menatap Rose dengan perasaaan bingung, cici lalu menundukkan kepalanya dan membuka catatan itu. Di catatan itu tertulis jelas, Mobilnya ada di pintu belakang,masih belum terlambat untuk pergi Tepat ketika cici bertanya-tanya, ponselnya berdering dan xaverios lah yang mengiriminya pesan teks. Bunyi pesan nya: Cici saya telah nenemukan pembunuh caleb yang sebenarnya. Datang dan temui aku segera Di akhir pesan ada lokasi. Untuk sesaat cici tertegun dan sangat gembira.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN