Clarinda melewati lorong rumah sakit yang sudah sepi dengan terus - terusan menghapus air matanya sembari menahan suaranya agar tidak keluar. Clarinda bahkan tidah tahu kemana kakinya membawa dirinya mengelilingi rumah sakit. Tidak ada tujuan dan jelas kembali keruangan yang sama dengan Savalas tidak akan bisa menolongnya yang justru akan berbalik berakhir menghancurkannya. Sekarang sudah jam stengah sepuluh malam sehingga sudah jarang perawat berkeliaran hanya ada beberapa perawat yang memang berjaga di unit mereka masing - masing dan sebagian di UGD sehingga Clarinda tidak mengundang perhatian dari siapapun sebagai seorang psien yang berjalan - jalan di malam hari dengan berantakan dan meninggalkan kesan horor di rumah sakit. Entah bagaimana Clarinda menemukan pintu yang memang dibuka

