Savalas kembali kedalam rumah mertuanya, dimana dirinya langsung mendapatkan tatapan yang kurang menyenangkand ari orangtua isterinya tersebut. Entah isteri sahnya Clarinda ataupun isteri sirinya, Clarisa. Namun, karena moodnya kurang baik selepas pertemuan singkatnya dengan Clarinda, Savalas tidak ada waktu untuk memikirkan bagaimana mertuanya bersikap kepadanya. Ia juga tidak bisa mengembunyikan raut wajah yang tidak menyenangkan dari wajahnya kini. “Ma Pa Savalas mau pulang dulu, Clarinda nggak akan datang sekarang.” Ucap Savalas dengan raut wajah datar, membuat Reiko berdiri dari duduknya memberikan tatapan sengit pada menantunya itu. Reiko sudah berusaha memahami bagaimana kelakuan dari Savalas yang tidak beradab dengan memainkan kedua putrinya dan bagaimana ia bersikap sekar

