Antaka mengambil dompetnya yang di berikan oleh supir Taxi tersebut tanpa memastikan berapa banyak jumlah yang di ambil olehnya, meskipun tebal dompetnya sudah tak terasa sama seperti sebelumnya. Dimasukannya dompet itu langsung kebalik saku celana miliknya hanya dengan sebelah tangan sementara, sebelah tangan lainnya masih saja menggenggam tangan kiri Clarinda. Membuatnya menatap ekspresi perempuan tersebut yang terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Jika, melihat bagaimana Clarinda bertumbuh dengan berbgai aturan dan norma yang mengikat, dirinya jelas tahu bahwa perempuan tersebut memiliki penyelesaian yang berbeda dengannya. Sayangnya, Antaka tidak bertumbuh dengan didikan norma dan aturan yang di rasakan Clarinda. Antaka berjalan mendekat pada Clarinda deng

