Saat sebelah genggaman tangan Antaka masih berada pada sebelah tangan kanannya, Clarinda tetap memaksa untuk meraih dan membuka gagang pintu Taxi tersebut, tetap pada pendiriannya untuk tetap pergi dengan angkutan umum lain divandingkan naik mobil pribadi Antaka. Sebelum dengan kencang hanya menggunakan sebelah tangan lainnya Antaka kembali mendorong tutup pintu mobil itu kencang. Menimbulkan suara yang keras, mobil keluaran lama tersebut pastinya akan mengalmi masalah nantinya pada bagian pintunya, di dengar dari betapa kerasnya dorongan Antaka. Pada awalnya semua orang di sekitar mereka hanya menatap pensaran namun, kini telah berubah menjadi gunjingan - gunjingan kecil yang terdengar berisik layaknya lalat. “Hey —“ sang supir berniat protes marah dengan bagaimana Antaka, orang a

