Sudah sejam lalu dan Antaka masih saja terduduk diam di atas mobilnya yang terparkir tepat di depan sebuah rumah bertingkat dua yang terlihat berukuran sedang dan cukup sederhana tersebut. Hari ini dirinya sudah menyuruh orangnya untuk mengirim surat cuti sementaranya bersama dengan tenggat waktu yang sama dengan Clarinda sendiri tiga bulan, awalnya dirinya terkendala mengingat Antaka yang baru saja masuk kedalam Rumah Sakit tersebut bahkan belum terhitung sebulan bekerja, meskipun pada akhirnya pengelesaian cutinya busa di atasi dengan cepat. Saat melihat pagar cokelat terang dari rumah yang di amatinya tersebut terbuka di susul dengan keluarnya sebuah mobil hitam dari dalam membuat Antaka semakin menajamkan pandangannya, pas dengan posisi mobil yang beralihan arah dengan dirinya membua

