Antaka baru menyadari bahwa dirinya berhasil menarik rasa penasaran dari Clarinda dengan tingkahnya barusan, sehingga dirinya mencoba untuk menutupi pikiran gadis tersebut. Dengan cara menghela nafas lalu beralih menatap pda Clarinda yang masih berdiri di depannya dengan kikuk, dalam suasana yang suah payah telah di bangunnya. Antaka tidak dapat membiarkan kedekatan mereka yang telah di nantikannya, bersama usahanya tersebut hangus. Tetapi, tersenyum dalam situasi ini sekarang benar - benar tak dapat di lakukannya. Jantungnya terasa berhenti melihat dengab kedua matanya bagaimana Clarinda, perempuan yang membuatnya hampir gila aitu mendapati potret yang seharusnya tidak berada dalam pandangannya, justru berhasil di temukan oleh Clarinda. Perasaannya masih kacau dan pikirannya masih

