Antaka berhasil membawa Clarinda mengikutinya dengan paksaan namun, setidaknya perempuan tersebut hanya menggerutu kecil saja. Tahu bahwa ia tidak akan berhasil melangkah pergi dengan sendirian bagaimanapun dirinya mencoba, berapa banyakpun taxi yang akan di coba berhentikan maka Antaka juga akan melakukan hal yang sama tanpa lelah. Pria tersebut tidak akan keberatan membuang - buang uangnya hanya untuk mencegah Clarinda pergi dan tidak pulang beraamanya. “Kenapa kau seperti ini ? Kau baru saja menghinaku di dalam restoran dan sekarang menarikku memaksa untuk tetap pergi bersamamu.” Suara marah Clarinda di tengah parkiran basemen mobil yang disediakan oleh pihak mall bergema dari dalam sana. Tidak ada orang disana hanya ada sekumpulan mobil yang di parkiran di sekitar mereka, semen

