Clarinda merasa kakinya lemas saat, Antaka berkata bahwa dirinya memang telah memiliki tunangan. dirinya hampir saja merosot lemas kebawah saat mendengarnya. Untungnya Antaka terus memegang sebelah tangannya namun, saat kembali mendengar ucapannya yang tertunda dirinya sendiri sedikit bingung. “Kau sepertinya syok mendnegar aku memiliki ikatan lain dengan wanita lain diluar sana.” Jelas Antaka terdengar geli, dirinya ingin memasang wajah di depan Clarinda sayangnya wanita tersebut justru mendorongnya mundur. “Apa yang kau maksud adalah kau telah memutuskan ikatan pertunanganmu dengannya karena aku ?” “Clarinda. Berhentilah berpikir negatif. Aku memang sudah lama tidak memiliki ikatan dengannya karena, ia sudah mati. Bukannya aku berpisah dengannya karena kau.” Clarinda terdiam waj

