Saat Antaka masih saja terus mencoba untuk mencium dirinya, Clarinda menahan dadanya agar tubuh mereka yang melekat dekat itu terpisah memberikan waktu kepada Clarinda mengambil nafas di tengah suasana panas yang terbangun di antara keduanya. Antaka tersenyum melihat begaimana bibir merah Clarinda membengkak dengan lipsticknya yang telah tersebar tidak beraturan dari jalur seharusnya. Dengan pelan di usapnya bibir tersebut mencoba memperbaiki lipstick merah tersebut dengan menghapusnya menggunakan jempol. Membiarkan deru nafas panas Clarinda yang belum beraturan menerpa ibu jarinya, Clarinda tidak benar - benar tahu bagaimana untuk berkutik sekarang dirinya hanya diam menatap wajah tegas milik Antaka sampai kedua mata mereka bertemu dan Antaka melemparkan senyuman manis kepadanya. La

