Antaka pandai menenangakan dirinya yang sedikit merengut, kata - kata Antaka terdengar nyata. "Lalu bagaimana ?" "Sayang, apa kau yakin bahwa kau yang bermasalah di dalam pernikahan kalian sampai tidak bisa menghasilkan anak ?" Tangan besar Antaka kembali menjalar masuk kedalam piyama Clarinda dan langsung menyentuh kulit perutnya disana, mengelusnya lembut tanpa halangan berarti. "Savalas tidak bisa membuatmu menjadi seorang ibu tapi, aku bisa Clarinda. Jika aku bisa membuatmu menjadi seorang ibu sementara Savalas tidak dapat melakukannya, maka dimanakah masalahnya ?" "Tidak mungkin. Clarisa sedang hamil anak Savalas." Dan Antaka hanya tersenyum padanya. Antaka diam tidak mencoba meyakinkan dirinya lagi, pria tersebut hanya terus melemparkan senyuman pada dirinya sebelum kemudian

