Antaka tidak bisa tidur, penolakan Clarinda hari ini membuatnya berjaga semalaman. Menerbangkan rasa kantuknya. Padahal saat ia bersama dengan Clarinda, dirinya bisa tertidur dengan begitu pulas tapi, rasa gelisah dalam dirinya akan perempuan tersebut justru membuatnya kembali merasa gelisah. Di tatapnya wajah pulas di sampingnya, wajah mungil khas wajah Asia membuat tangannya menjadi gatal untuk menyentuhnya disana. Dengan berhati - hati Antaka semakin mendekat pada Clarinda, mengelus wajah tersebut. Dikecupnya sisi yang dapat di gapainya dengan lembut. Berapa kecupan mungkin tidak masalah namun, saat dirinya tidak bisa berhenti dan terus melakukannya, seolah wajah yang terlelap tenang tersebut magnet berhasil membuat Clarinda terusik dalam tidurnya. Tidak ingin membangunkannya memb

