“Hallo ayah.” Clarinda berjalan sedikit menjauh dari Antaka, setelah meminta izin dari pria tersebut untuk mengangkat telpon dari ayahnya. Ini adalah panggilan pertama mereka kembali setelah beberapa hari tidak berkomunikasi dengan ayahnya, terakhir saat ia meminta maaf karena tidak bisa datang menepati janji seperti yang di katakannya beberapa hari lalu. Dan tentu saja dengan begitu baik ayahnya mengerti dan tidak menanyakan alasannya lebih jauh. Berpikir bahwa puterinya tersebut ternyata membutuhkan lebih banyak waktu lagi. Selain itu pula dikarenakan Clarinda yang terus - terusan mematikan ponselnya beberapa kali, guna bertujuan menghindari panggilan masuk dari Savalas dan Clarisa, ia juga membutuhkan waktu sendiri agar bisa berpikir lebih tenang dan bersiap. Namun, timung waktu

