Maharani merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi, masih ada waktu untuk dia beristirahat sejenak. Bayangan tentang perbincangan dia dan Chef Rambo kembali berputar di otaknya. Gara-gara kelakuan Lingga, Chef andalannya itu kini menaruh curiga padanya. Sepertinya Maharani benar-benar harus waspada dan jaga jarak. “Kami tidak ada hubungan apa-apa, Chef. Persis yang pernah saya ceritakan, kami hanya teman sekolah dulu. Mungkin dia sering ke sini karena merasa kami perlu nostalgia tentang banyak hal. Padahal dulu kami tak sedekat itu.” Alasan yang Maharani utarakan tadi pagi kepada Chef Rambo tak bisa langsung lelaki itu terima, terbukti dahinya berkerut seolah banyak hal yang ingin dia pertanyakan. Namun, sebelum itu terjadi, Maharani sudah pamit pergi

