bc

Rondo Teles

book_age16+
2.6K
IKUTI
18.6K
BACA
goodgirl
drama
tragedy
sweet
first love
lonely
nurse
widow/widower
like
intro-logo
Uraian

Di saat pasangan lain menikmati manisnya sebuah pernikahan, Maharani justru menjadi janda di hari ketiganya setelah menikah. Maharani tak sempat membuatkan kopi untuk suaminya, dia juga belum sempat memasakkan makanan kesukaan lelakinya itu. Bahkan, dia juga belum menikmati manisnya malam pertama. Semua terenggut paksa darinya. Maharani menjadi janda tanpa tersentuh. Tak sampai di situ saja, di saat Maharani mulai membuka diri dan ingin memulai kehidupan baru, lagi-lagi sebuah kenyataan membuatnya tertolak. Status janda yang disandangnya menjadi momok tersendiri baginya. Akankah Maharani menemukan bahagianya?

chap-preview
Pratinjau gratis
Dia, Maharani
Astri menatap tajam pada lelaki muda di hadapannya. Dia mendengkus kesal. Entah sudah berapa kali lelaki itu meminta restu. Namun, dia selalu menolaknya. "Kalau kamu masih ngotot untuk menikah, sana! Menikahlah! Tapi setelah itu, kamu akan mengubur jenazah mama!" Astri menunjuk-nunjuk dadanya sendiri dengan kesal. "Tapi, Ma. Maharani perempuan baik, bukankah mama dulu juga sangat menyukainya?" Tak menyerah, Lingga–putranya–terus saja membujuk. "Iya, itu dulu. Sebelum dia menjadi janda!" jawab Astri tak mau kalah. Sengaja Astri mengeraskan suaranya, berharap wanita berjilbab putih yang sedang duduk di ruang tamunya mendengar apa yang dia ucapkan. Lingga mengembuskan napas. Dia tak tahu lagi bagaimana harus membujuk mamanya. Ini bukan pertama kali dia mengutarakan niat untuk menikahi Maharani, tapi jawaban sang mama selalu sama, menolak. Hari ini, pemuda itu sengaja membawa Maharani ke rumahnya. Dia berharap kehadiran wanita itu bisa mengubah pendirian mamanya, tapi ternyata sama saja. Hati Astri sudah membatu, susah dirayu. "Menjadi janda bukanlah hal yang berdosa, Ma. Janda juga bukan sebuah penyakit menular yang harus dihindari, Mama mengertilah." Pelan, Lingga mencoba membujuk sekali lagi. "Maharani juga tak pernah mau menjadi janda, tapi takdir membuatnya seperti ini, dia bisa apa?" lanjut Lingga setenang mungkin. Diraihnya kedua tangan wanita terkasihnya itu, berharap genggamannya bisa mengubah keadaan. "Mama tidak akan melarang kamu menikahi siapapun, yang penting bukan dia!" Lagi, Astri menegaskan penolakannya. "Kenapa Mama jadi sepicik ini? Apa salahnya jadi janda? Janda bukan sesuatu yang najis hingga butuh disucikan, Ma." Habis sudah kesabaran Lingga, kali ini dia berbicara dengan lantang. Cinta membuatnya lupa berhadapan dengan siapa. "Lihat Lingga! Lihat! Hanya karena janda itu kamu membentak mama!" Tangisan Astri pecah, tak menyangka anaknya yang selama ini penurut bisa membentaknya seperti itu. Melihat sikap Lingga, kebencian di hati Astri makin menjadi-jadi. Berbagai sumpah serapah dia umpatkan dalam hatinya, sementara Lingga hanya bisa terduduk di hadapannya sambil menahan amarah. Sementara di depan sana, wanita yang sedang mereka perdebatkan menunduk pilu. Tetesan bening mengalir dari tiap sudut matanya. Dia tak menyangka akan mendapatkan penolakan sekeras ini. Dulu, Astri begitu menyayangi Maharani. Seminggu saja tidak mampir, Astri akan menyuruh Lingga untuk membawa Maharani ke rumah bagaimanapun caranya. Sekarang, hanya karena status, Maharani dikecam seperti seorang pendosa. Sehina itukah menjadi janda? Tak mau mendengar hal yang lebih menyakitkan lagi, Maharani memilih pergi tanpa pamit. Air mata menemani sepanjang jalannya pulang. Sejak awal Maharani memang tak pernah bermimpi bisa bersanding lagi dengan siapa pun. Dia sadar betul, status yang kini disandangnya masih dianggap tabu oleh sebagian orang. Dan itu dibuktikan oleh orangtua Lingga. Handphone Maharani berdering. Entah sudah berapa kali Lingga mencoba menghubunginya. Tak sedikit pun Maharani berniat untuk menjawab. Sebenarnya, dia tidak pernah marah kepada Lingga atau pun Astri, dia hanya butuh sedikit waktu untuk sendiri dan mengobati hatinya. "Kamu tahu, kenapa mama dan papa memberimu nama Maharani?" tanya papa Maharani saat melihat putrinya pulang dengan menangis karena diganggu teman-temannya. Maharani kecil hanya menggeleng. "Maharani itu artinya ratu. Sama seperti kisah raja dan ratu yang pernah papa ceritakan, masih ingat?" Maharani mengangguk penuh semangat. "Seorang ratu itu tangguh. Dia juga kuat, pantang menyerah dan tentu saja dia juga cantik sepertimu." Satu jentikan kecil mendarat ke hidung Maharani. "Kamu pun harus seperti itu, kuat, tangguh dan gak cengeng kayak gini," lanjut papa Maharani. Gadis kecil itu pun akhirnya menyunggingkan senyum. Mengingat itu, Maharani menghapus air matanya. Memang benar ucapan papanya, harusnya dia kuat seperti namanya. Namun, Maharani hanya manusia biasa. Penolakan Astri menorehkan luka. Takdir menjadi janda tak pernah dia inginkan, tapi jika Tuhan yang menulis demikian, dia bisa apa? Maharani kembali terguguk. "Mama, Papa, Rani rindu." * "Maharani, ada yang mencarimu. Dia bilang akan menunggu di kantin." Maharani mengangguk saat salah satu teman memberitahu ada tamu untuknya. Sama seperti hari-hari sebelumnya, Maharani melakukan aktifitas seperti biasa; Bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit besar di Surabaya. Maharani bertekad melupakan semua beban hidupnya. Kini, dia hanya ingin mengabdi dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Membantu menyelamatkan nyawa orang lain akan membuatnya lebih berguna daripada terus meratapi kesedihan. "Mas," sapa Maharani kepada seorang pemuda yang duduk membelakanginya. Maharani tahu betul siapa lelaki yang menemuinya ini. Lelaki itu menoleh, tersenyum sekilas dan menyuruh Maharani duduk di kursi kosong yang ada di seberangnya. "Kenapa kemarin kamu pergi begitu saja? Kamu juga gak angkat teleponku, kamu baik-baik saja, bukan?" tanya pemuda itu bertubi-tubi. Ada kekhawatiran dalam nada bicaranya. "Maaf, aku hanya tidak mau jadi sumber pertengkaran kalian," jawab Maharani. Gadis itu menunduk, memilih memilin ujung seragamnya. "Kami tidak sedang bertengkar, Sayang. Aku hanya ingin memperjuangkan hubungan kita," jawab Lingga seraya meraih tangan Maharani dan menggenggamnya erat. "Lupakan saja aku, Mas. Ibumu benar. Aku hanya seorang janda, tak pantas untukmu yang merupakan keluarga terpandang," ucap Maharani dengan berkaca-kaca. Lingga makin mengeratkan genggamannya, mencoba menyakinkan bahwa wanita itu tak sendiri, ada dia di sini yang akan terus menemani. "Jangan seperti ini, Ran. Aku akan terus berusaha menyakinkan mama. Bukankah dia dulu begitu menyayangimu? Aku yakin, jika aku berusaha lebih keras lagi, mama akan merestui hubungan kita," jelas Lingga. Maharani kembali menggelengkan kepala. "Sudah, Mas. Berhentilah. Masih banyak gadis lain yang pantas untukmu." Lingga menarik tangannya, tak menyangka dengan jawaban kekasihnya itu. "Apa maksudmu? Aku pernah dengan bodohnya melepasmu, dan kini? Tak akan aku ulangi lagi. Cukup sekali aku kehilanganmu. Sekarang, tidak lagi!" tolak Lingga dengan tegas. "Tapi aku cuma janda, Mas. Tak seharusnya kamu perjuangkan seperti ini." "Janda hanya statusmu, kamu bahkan belum tersentuh." Maharani memejamkan mata mendengar ucapan Lingga. Hatinya pilu. Lingga yang melihat perubahan raut wajah kekasihnya itu mendekat. Dia genggam kembali tangan wanitanya. Lingga begitu menyesal. Dia tak sadar emosinya telah melukai hati Maharani. "Maaf, maafkan aku, Sayang. Aku benar-benar tak bermaksud menyakitimu," ucap Lingga. Maharani menarik kembali tangannya. Sebelum akhirnya berdiri. "Pulanglah, Mas. Aku sedang bekerja, tak enak jika terlalu lama meninggalkan UGD. Kita akan bicarakan ini lagi nanti," ucap Maharani seraya meninggalkan Lingga yang masih mematung di tempatnya. Maharani berusaha keras agar air matanya tak luruh. Dadanya begitu sesak mengingat setiap takdir yang Dia alami. Benar kata Lingga, statusnya memang janda, tapi jangankan disentuh, merasakan sehari menjadi seorang istri saja Dia tak pernah. Semalang itukah nasibnya?

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook