Akhirnya

1016 Kata

Maharani berjalan lesu menuju villa. Belum genap dua puluh empat jam dia kabur, tapi kini sudah bertemu dengan Lingga kembali. Dosa apakah dia? Padahal sudah hampir lima tahun lamanya mereka berhasil tak bertemu, tapi kenapa sekarang menghindari setidaknya lima hari saja dia tidak bisa. Apakah lelaki itu punya mata di mana-mana? “Bali ini luas! Luas! Kenapa dia harus beli rumah di sekitar sini? Atau kenapa juga Mas Bin beli rumah di sini? Memangnya di tempat lain gak ada? Ah, kenapa dua lelaki ini begitu memusingkan?” Sepanjang jalan Maharani ngomel-ngomel sendiri, dia bahkan lupa kalau dia di pinggir jalan. Beberapa orang yang melihatnya pun menatap dengan keheranan. Mungkin dalam hati mereka menyayangkan, iya, sayang cantik-cantik setengah gila. Maharani membuka pintu rumahnya denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN