Kisah Kelam Itu

1045 Kata

Hampir lima belas menit perjalanan, Maharani melayangkan pandangan ke luar. Jangankan berbicara dengan Lingga, melihat pun dia tidak. Kalau tidak terpaksa, dia tidak mungkin mau semobil dengan lelaki itu sekarang. "Ada orang loh, di sini. Masa dianggurin aja, aku bukan sopir," celetuk Lingga. Maharani hanya melirik Lingga dari ekor matanya. "Gak ada yang nyuruh jadi sopir. Kalau gak ikhlas, aku bisa pulang sendiri!" Lingga menoleh sejenak ke arah Maharani. "Kamu makin hari makin galak, ya," jawab Lingga sembari terkekeh. Maharani tak menggubris ucapan lelaki tersebut. Dia terus membuang muka dan berpura-pura tak mendengar ucapan Lingga. "Ran, sebelum ke sini, kamu kerja di mana? Maksudku, kamu jadi perawat apa gimana? Setahuku, kamu kan pingin banget jadi perawat." Lingga kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN