Finally

1552 Kata

Laura. Aku pulang ke rumah sekitar jam sepuluh malam dari rumah sakit. Herannya tidak ada lampu ataupun alat penerangan lainnya di dalam rumah kontrakan. Apa mungkin mati lampu? Tapi kontrakan-kontrakan yang lainnya menyala. Lagipula, voucher pulsa kontrakan ini belum habis kok. Kenapa lampunya tidak menyala tapi? Aku masuk ke dalam, menyalakan lampu. Terang. Berarti tidak mati lampu. "Mom? Lucy? Jessi? Laura pulang nih!" Seruku. Tidak ada sahutan maupun jawaban dari mereka bertiga. Tiba-tiba aku mendengar sebuah suara tangisan anak kecil. Aku ketakutan. Astaga! Jangan bilang ada setan di rumah ini!! Aku buru-buru kabur ke kamarku. Suara itu makin keras dan seperti memanggil sesuatu. Bodoh! Itu bukan setan berarti! Itu Cella! Aku langaun beranjak dari kamarku ke kamarnya Jessic

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN