Laura. "Makan dulu, Lau," kata Jessica sambil menyuapiku. "Gue bisa makan sendiri Jess. Yang sakit bukan tangan gue," balasku sambil menjauhkan sendok yang hendak dimasukkan ke dalam mulutku itu. "Dari kemaren juga lo bilang mau makan sendiri. Tapi mana? Makanan lu utuh semua setiap kali orang katering anterin makanan baru lagi." Aku tidak bisa melawan Jessica. Ucapannya memang benar. Aku selalu bilang aku akan makan sendiri. Aku bisa menggerakkan tanganku, dan aku bukan anak kecil yang harus disuapi. Tapi nyatanya, aku selalu mendiami makanan itu sampai berubah dingin, dan sampai makanan berikutnya datang lagi. Begitu seterusnya selama lima hari aku berada disini. Dan selama lima hari aku berada di sini juga, aku belum pernah mendapatkan kunjungan dari Nico. Aku tidak habis pikir d

