24. Lou, Masinis Buta

1660 Kata

Telingaku ditiup-tiup oleh udara yang membeku, terasa ngilu dan dingin. Sementara tanganku sibuk mengangkat tiga boks berukuran sedang yang entah berisi apa. Kaki-kaki letihku melangkah di belakang Lou, mengikuti jejak-jejak sepatunya yang terbenam sekitar dua inci dari permukaan. Lelaki itu dengan santainya memanggul empat boks sekaligus di atas kepalanya tanpa kehilangan keseimbangan sedikit pun. Bahkan kurir rumah makan pun akan kalah tangkas dengan dirinya. Entah sudah berapa kali kami bolak-balik mengantarkan tumpukan boks dengan rute markas Savage-kereta api. Aku tak tahu apakah sepetak gerbong itu masih pantas disebut kereta api atau tidak. Arya menyusul sekitar empat belas langkah di belakangku. Kurang puas, ia mengangkuti persediaan amunisi dari gudang ke kereta api menggunakan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN