34. Di Kafetaria

1245 Kata

Berminggu-minggu sesudahnya, baik Arya maupun Panca, keduanya tak pernah berkunjung lagi ketika aku terjaga, dan aku hampir terjaga setiap saat. Bangsalku memang ramai, namun tanpa keduanya, yang kurasakan hanya kehampaan. Aku tak tahu apa yang mereka lakukan, mungkin berkabung untuk Jill selamanya. Namun, kendati mereka tak pernah datang selama ini, aku masih berharap mereka mungkin datang ketika aku terlelap. Itu satu-satunya yang mampu kuharapkan saat ini. Sejujurnya, aku sudah muak hanya terbaring di atas brankar selama berbulan-bulan. Tapi tempurung lututku masih dalam proses penyembuhan dan aku masih perlu latihan jalan, sebab kakiku pasti kaku tak pernah digunakan selama berbulan-bulan yang aku tak tahu pasti berapa bulan tepatnya. Bahkan sampai kemudian musim dingin tiba kembali, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN