Aku mendapatkan senjata api lain, yang bentuknya lebih ramping dan lebih kecil sehingga pas di genggamanku. Karena senjataku yang lama telah tertinggal di distrik rahasia. Aku dan yang lainnya sudah sepenuhnya siap dalam seragam kami. Atas perintah seseorang yang terdengar di setiap sudut distrik bawah tanah, kami mulai berbondong-bondong merangkak ke atas, memilih tangga darurat agar adil. Kali ini Panca berdiri di sebelahku. Di dahinya menitik deras keringat entah karena gugup atau karena pakaiannya. Di sisi lain, Alvhi dengan semangat membara mengentak-entakkan kakinya setiap kali menaiki undakan tangga, dia begitu bersemangat menyongsong kematiannya sendiri. Begitu sampai di atas permukaan tanah, cahaya terik matahari menyambut kami dengan ganas, kulit-kulit manusia yang sedang menyo

