"Yusuf!" Dia orang pertama yang kutemukan setibanya aku di distrik utama. Langkahnya segontai langkahku. Namun aku yakin wajahku lebih pucat pasi dari dirinya. "Oh, hai," katanya setibanya aku di sampingnya. Kami terus berjalan, tepatnya aku mengikutinya. Kami langsung menaiki lift dan turun menuju ke distrik baru kami. Aku melirik sekilas tangannya yang memencet tombol lift. Kemudian aku tahu bahwa tujuannya adalah ruangan Menacer-Patron. "Mau menjelaskan padaku apa yang terjadi?" Aku baru akan menarik lengannya ketika sadar bahwa tanganku masih berlumuran darah. "Seseorang baru saja meninggalkan kita," katanya lesu. "Apa? Siapa?" tanyaku terkejut. Apa maksudnya? Oh, begitu banyak kejutan hari ini. "Menacer 2. Dia terkena ledakan bom. Dan petugas medis memberitahuku bahwa kemungkinan

