14. Pertengkaran

1620 Kata

"Bukan salahmu jika aku lebih percaya pada Arya. Bukan salahmu jika kau lebih yakin Arya bisa menjawab segala pertanyaanmu. Itu semua salahku kan?" Panca menyusul langkahku. Nada suaranya seperti berada dalam sebuah perenungan panjang yang penuh penyesalan. Tapi aku tak peduli. "Sebetulnya, kau tidak perlu menghubungi dewa-mu itu untuk mengetahui tentang sniper itu. Kau tahu bahwa kau selalu bisa mengandalkanku. Tapi kau tak melakukannya." Aku menangkap nada tersinggung dalam suaranya. "Aku bisa mengandalkanmu? Tidak saat kau sedang sibuk menunggu dewi embunmu menghubungi dirimu. Tidak saat kau berpikir bahwa lebih baik kau duluan yang menghubungi Jill. Tidak saat kau terlalu cemas pada sahabatmu itu." Aku sudah meradang. Panca kembali menutup mulutnya. Dan aku sudah kesal setengah mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN