"Berhenti, Panca!" teriakan itu adalah kalimat pertama yang kudengar sejak terakhir kali aku memejamkan mata. Aku masih berdiri kokoh, dan senangnya mengetahui bahwa dunia tidak lagi berputar-putar seperti beberapa saat yang lalu. Meski penglihatanku masih berwarna hijau, rasanya aku sudah kembali pada diri sendiri. Tak ada suara menggaung yang mengisi ruang dengarku ketika aku berada dalam keadaan antara sadar dan tidak. Aku telah dinyatakan sebagai Savage, tapi persisnya ketiga orang yang tengah berseteru di depanku itu tahu bahwa aku tidak sepenuhnya menjadi Savage, karena ketika tubuhku dialiri oleh cairan serum itu, aku masih hidup. Serum itu hanya bekerja penuh pada jasad seseorang yang telah meninggal dunia. "Mengapa kau membawanya pergi?! Mengapa kau menembaknya?! Siapa kau ini Ar

