38. Di Ambang Mati

1935 Kata

"Louis akan mengambilkan serum Savage, dan aku yang akan menyuntikkan serum itu padanya. Tapi karena kau yang telah membunuhnya, aku menawarkan kehormatan itu padamu." Aku urung membuka mata begitu mendengar suara yang berat itu. Jadi, pastilah Pak Inspektur dan Arya sedang ada di sini. "Dia benar-benar sudah tewas?" Entah mengapa nada biasa dalam suara itu terasa seperti dibuat-buat. Arya lebih mudah dibaca daripada Panca. Arya tidak selalu bisa menyembunyikan apa yang melintas di benaknya, dan aku tahu, entah bagaimana caranya aku tahu, bahwa lelaki itu sedang gentar akan sesuatu. "Seperti yang kau lihat. Tidak ada alat bantu pernapasan pada tubuhnya, dan belum ada yang mengeluarkan peluru itu dari tubuhnya, jadi bisa dipastikan dia sudah tewas. Louis juga sudah mengklarifikasinya tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN