"Mundur, Arya," kata sebuah suara. Kering dan tanpa belas kasihan. Arya sudah mengunci leherku sehingga aku tak bisa bergerak. "Tidak. Biar aku saja yang membunuhnya!" bantah Arya sambil mengeratkan lengannya di leherku. Bagaimana mungkin selama ini aku percaya padanya? Harusnya aku mendengarkan kata-kata Irish dulu. Seharusnya aku berhati-hati. "Kau tak akan membunuhnya. Aku tahu rencanamu bodoh!" bentak suara asing itu lagi. Tidak terlalu asing sebenarnya. Aku mengenali suara itu, tapi bukan dalam kemarahannya seperti sekarang. Suara itu biasanya tenang dan bijaksana. Aku memang seharusnya memercayai Irish. "Aku akan membunuhnya," kata Arya dingin. "Tapi jika kau punya rencana lain, silakan. Asal kau pastikan dia langsung mati begitu kau eksekusi." Kuncian di leherku mengendur, aku

