Dina mengerjapkan matanya. Tubuhnya menggeliat kemudian terduduk. Dilihatnya jam yang ada di atas meja nakas disamping tempat tidurnya, “Baru jam lima pagi. Aku terlalu banyak tidur semalam.” Dina menguap, “Malas sekali rasanya bangun sepagi ini tapi mataku sudah tidak ingin tidur lagi.” Dina terdiam lama dalam lamunannya. Kata-kata menyakitkan dari Leon terlintas lagi di telinganya, “Arrgghh...!!” Dina menggelengkan kepalanya dan menutup telinganya untuk menghentikan dengungan suara Leon di telinga dan pikirannya. Dina turun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar. Turun dari tangga, Dina melihat Bik Rohma sedang sibuk di dapur. “Bik, buatin sarapan dong. Aku laper banget nih.” Pinta Dina begitu berada di ruang makan yang berada didekat dapur. Ditariknya satu kursi di meja makan dan d

