Senin pagi, sudah sejak pukul 6 subuh tadi Dina masih terus sibuk dengan beberapa koper yang akan dibawanya ke Paris bersama Leon. “Heran, cuma beberapa hari saja tapi segini banyak pakaian yang harus aku bawa.” Dina menghela napas sambil melihat ke arah koper-kopernya yang masih berantakan. Dina merebahkan tubuhnya ke atas kasur, “Begitu bersemangatnya aku. Sudah tiga hari aku mempersiapkan barang dan pakaian yang akan bawa tapi tak kunjung selesai. Pikiranku tersita dengan hal itu sampai-sampai terbawa mimpi dan terbangun. Bisa-bisa aku berangkat dengan kepala puyeng.” Dina menggeliat kemudian meregangkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tubuhnya sedikit pegal dan kurang istirahat. Baru saja sebentar memejamkan matanya, Dina kembali terbangun karena teringat sesuatu. “Astaga, aku kan h

