Leon duduk di kursi kerjanya. Andre baru saja meninggalkan ruangan kerjanya dengan wajah yang tidak menyenangkan. Bagaimanapun Leon memang harus mengatakannya pada Andre. Keselamatan Nia diatas segalanya. Hal ini sudah dipikirkannya dengan sangat matang sejak kemarin Nia menceritakan tentang pertemuan mereka dengan ayahnya, Pak Artawaijaya. “Nia pasti akan mengerti jika mengetahui bahwa aku telah mengatakan rahasaia mereka pada Andre.” Batin Leon Leon kembali membuka komputernya kemudian memeriksa beberapa laporan yang masuk. Pandangannya tanpa sengaja tertuju pada folder rahasia yang tersimpan di komputernya. Ingatannya langsung tertuju pada tim IT yang di tugaskannya untuk membuka kode pengaman pada setiap file yang ada di dalam folder itu. “Risa, ke ruangan saya sekarang.” Perintah L

