Leon menatap pemandangan luar dari jendela ruangan kerjanya. Tangannya dimasukkan ke dalam kedua saku celananya. Pikirannya melayang jauh dengan suasana hati yang sedang baik, benar-benar sedang baik. Diambilnya ponsel dari dalam saku jasnya dan mencari kontak kekasih hatinya, Nia Prameswary. “Halo.” Ucap Nia Leon tersenyum begitu mendengar suara Nia di ujung telepon, “Sayang, nanti aku jemput ya. kita makan malam bersama.” “Tapi aku masih banyak kerjaan, sayang. Biasalah akhir tahun. Semuanya harus diselesaikan.” Nia menghela napas pelan “Gak apa , nanti aku temenin lebur.” Ucap Leon “Jangan. Kalau ada yang lihat kamu dikantor gimana?” Nia panik “Gak apa.” Jawab Leon mantap “Gak mau. Resikonya terlalu besar untuk kita. Aku gak mau Pak Artawijaya tahu dan marah lalu memisahkan kita

