“Bagaimana mungkin beliau bisa tahu namaku secara lengkap?” batin Nia. Netranya membelalak karena terkejut, masih belum percaya dengan apa yang didengarnya barusan. “Nia Prameswary?” Pak Artawijaya mengulangi pertanyaannya. “Be.. benar Pak.” Jawab Nia tergagu. Artawijaya tersenyum melihat Nia sambil menganggukkan kepalanya. “Gimana ini Pak Artawijaya? Anakku narik satu pegawaimu loh.” Ucap Pak Aji tampak begitu welcome pada Nia. “Aku dukung penuh. Andre memilih dengan sangat tepat. Nia ini pegawai yang cukup berdedikasi di perusahaan. kompeten dan loyal.” Puji Pak Artawijaya sambil mengambil kopi yang ada di hadapannya dan menyesapnya beberapa kali kemudian meletakkannya kembali di atas meja. “Tapi soal kesetiaan belum tahu ya. Bagaimana Nia?” tanya Pak Artawijaya sambil tersenyum pa

