Bab 78 - MJD 22

1325 Kata

“Ehmmm!” suara dehemannya membuatku gelagapan. Tatapan matanya langsung beradu tepat dengan kedua netraku yang sejak tadi memperhatikannya. Aku langsung menarik diri hendak kembali masuk ke kontrakanku. Namun suara bariton itu menghentikan langkahku. “Kapan orang tua kita bisa bertemu? Orang tuaku siap kapan saja, bahkan hari ini pun bisa!” “S-secepatnya!” Aku mendadak tergagap. Lupa sudah rasa penasaranku tentang laptop mahalnya. Kini fokusku beralih pada rencana itu kembali. Aku meninggalkannya tanpa berkata apa-apa lagi. Masuk ke dalam bangunan petakan tempat tinggalku dengan d**a berdebar-debar. Segera kuhubungi mama, menanyakan waktu luang mereka, dengan catatan jangan mengajak Nanda---adikku yang rese itu. [Ma, apakah sudah dapat jadwal ayah? Dia udah nanyain lagi] tulisk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN