Tiba-tiba ada suara bariton menyahut dari luar. “Kenapa dia harus bantuin aku, Kek?” ternyata Bang Danes baru datang dengan berbagai belanjaan ditentengnya. Rupanya hendak mulai berjualan ketoprak lagi. “Dinda berhenti kerja, Nes! Kalau bantuin kamu, nanti kamu bagi hasil jualan buat dia per porsi seribu misalnya … kasihan selama menganggur pasti tidak ada pemasukan!” ucap Kakek begitu bijak membuatku terharu. Namun memangnya aku bisa bantu apa? Bikin ketoprak? Aku aja gak bisa. “Kenapa berhenti kerja?” Bukannya menjawab pertanyaan Kakek, lelaki itu malah bertanya padaku. “Bukan rejekinya disitu … mungkin nanti mau cari kerja lagi di perusahaan lain!” Malas aku menceritakan panjang lebar. “Oh!” Tidak ada tanggapan apapun maupun ungkapan simpatik padaku. Sambil menyebut satu kata p

