"Saya izin ke toilet sebentar." Suara pelan dari Sasita itu membuat semua orang yang ada di meja makan, menatap padanya untuk sekilas. Lain halnya dengan Anggi yang bahkan masih menatapi punggung Sasita yang menghilang di balik pembatas. "Kamu mau nambah?" Pertanyaan dari Agung itu membuat Sasita mendongak, kemudian menggeleng pelan. "Sudah kenyang, Mas," balasnya. Tangan Anggi membalik sendok dan garpu yang dia gunakan sesaat tadi untuk makan. Lalu berpindah pada segelas air putih yang masih utuh. "Apa saya boleh ke toilet?" tanya Anggi kemudian. "Tentu saja! Silahkan!" Anggi tersenyum. Dia bahkan sempat menyentuh lengan Agung saat hendak berdiri dan meninggalkan kursi meja makan yang dia tempati. Berjalan ke arah belakang, Anggi lupa bertanya dimana kamar mandinya. Tapi jika di

