"Aku sudah terlambat." Agung berlari kecil meninggalkan sebuah hotel bintang lima yang menjadi tempat pertemuannya dengan beberapa kolega penting. Pukul tujuh, dia sudah berjanji akan datang langsung ke rumah orang tuanya, karena ada janji makan malam. Dia bahkan meminta Anggi untuk datang sendiri kesana. Tapi hingga pukul setengah delapan, dirinya baru bisa keluar dari pertemuan itu. "Radi, biar saya yang mengendarai mobil sendiri. Kamu boleh pulang," kata Agung pada Radi. Tangannya sibuk mengirimkan pesan kepada Anggi bahwa dia sudah akan jalan ke rumah orang tuanya. "Bapak serius? Saya bisa mengantarkan Bapak sampai ke rumah Pak Kharis." Agung menggeleng, menolak tawaran Radi. "Enggak perlu. Ini juga sudah malam, lebih baik kalau kamu pulang saja. Kamu bisa naik taksi, untuk bia

