Menjelang Akad

1358 Kata

Suasana pagi ini berbeda. Langit lebih lembut. Udara sejuk menembus ke dalam hati Salwa yang tengah menatap pantulan dirinya di cermin besar kamar pengantin yang telah disiapkan khusus oleh Jiavala. Gamis putih gading tergantung manis di sisi lemari. Hijab pashmina lembut pilihan Jiavala tergulung rapi. Tinggal sehari lagi. Satu hari sebelum nama belakangnya berubah. Satu hari sebelum hidupnya menapaki lembar baru—sebagai istri dari Jiva Pradana Yodha. Salwa menarik napas panjang. Jemarinya menggenggam erat liontin kecil yang tergantung di leher—foto si kembar tertawa berdua. “Bismillah—” Pintu kamar terbuka perlahan. Jiavala muncul dengan setangkai bunga melati kecil di tangan. “Kamu sudah bangun sejak subuh, ya?” tanya Jiavala sambil menghampiri, lalu duduk di samping Salwa. Salwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN