Matahari belum tinggi saat suara lantunan ayat suci terdengar di halaman belakang kediaman Oma Yasmin yang telah disulap menjadi tempat akad. Tirai putih lembut melambai pelan terkena embusan angin. Bunga-bunga segar dengan warna pastel menghiasi setiap sudut ruangan. Tak mewah, tapi hangat. Intim. Seperti yang Salwa inginkan. Salwa duduk di kamar rias dengan hati berdebar. Gaun gamis putih yang sederhana tapi elegan membalut tubuhnya. Wajahnya dibingkai dengan hijab lembut berwarna senada. Ada titik-titik air bening di sudut matanya, bukan karena sedih, tapi karena rasa syukur yang nyaris tak bisa dia bendung. “Ya Allah, hari ini benar-benar datang,” gumamnya lirih. Mbak Yanti yang duduk di sebelahnya menggenggam tangannya erat. “Kamu cantik banget, Wa. Kayak bidadari yang turun buat n

