Setelah sarapan bersama keluarga besar, si kembar diboyong Jiavala dan Oma Yasmin untuk "main" ke taman belakang villa. Jiva langsung melirik Salwa dengan senyum penuh kode. "Anak-anak sudah disita tim penyayang bocah. Saatnya pasangan pengantin punya waktu privat." Salwa terkekeh. "Privat? Mau apa, A’?" Jiva berdiri, lalu menarik tangan Salwa dengan gaya sok serius. “Waktunya kamu ikut tur rahasia.” “Tur apa sih?” “Tur mengenang jejak perjuangan seorang Salwa Zunaira Hafizah dalam merebut hati pria paling sabar se-Indonesia." Salwa mencubit lengan Jiva pelan. “Siapa yang merebut hati duluan, ya?” Jiva pura-pura menatap langit, “Detailnya kita bisa perdebatkan nanti malam.” Dia membawa Salwa berjalan menyusuri sisi villa. Ternyata di dekat pohon besar, sudah terhampar tikar rotan,

