Sinar matahari Gunung Kidul menerobos masuk lewat jendela besar kamar utama. Tirai tipis berkibar pelan ditiup angin, membawa aroma rumput basah dan udara segar khas pedesaan. Villa Oma Yasmin benar-benar tenang pagi ini. Si kembar masih tertidur pulas setelah semalaman membuat rusuh kecil. Salwa membuka mata perlahan, merasa lengannya berat. Di sana, lengan Jiva melingkar erat di pinggangnya. Posisi mereka masih sama seperti tadi malam—Rasyid akhirnya dibawa kembali ke kamar oleh Mbak Yanti, dan malam mereka tetap ditutup dengan pelukan hangat dan tawa pelan. Dia menoleh, menatap wajah tenang Jiva yang masih terlelap. Hidungnya mancung, rambutnya sedikit berantakan, tapi aura tenang itu membuat hati Salwa terasa aman. Perasaan aneh menyusup. Sejak mereka menikah, ini pertama kalinya di

