Bab 36. Lelaki Lemah

1505 Kata

Rumah sakit pagi itu sibuk seperti biasa. Bau antiseptik menyatu dengan langkah cepat para perawat dan suara monitor yang berdetak teratur. Namun ketenangan profesional itu pecah begitu seorang pria masuk dengan langkah kasar, wajah kusut, dan mata merah penuh amarah. Liam. Tanpa bertanya di meja informasi, tanpa peduli tatapan orang-orang, ia langsung melangkah menuju ruangan dokter yang namanya baru saja menghantam kepalanya seperti palu. Dokter Aditya Nugraha. Pintu ruangan itu dibuka dengan hentakan keras. Aditya yang sedang berdiri membelakangi pintu—menyusun berkas—langsung menoleh. Wajahnya tetap tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang akan berhadapan dengan badai. “Kamu!” suara Liam meledak. “Di mana Jelita?! Di mana anakku?!” Belum sempat Aditya bicara, Liam sudah melan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN