Bab 17. Kekesalan Bella

1138 Kata

Bella menenggak orange jus yang ia pesan sembari menunggu sang rekan datang. Tatapannya kosong, seolah-olah tidak ada yang bisa membantunya menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi. Hidupnya kini hanya seperti boneka. Pernikahannya terasa tanpa kebahagiaan setelah Jelita datang. Terlebih sang mertua begitu membela gadis itu. Ya, Bella tahu jika Jelita sedang mengandung cucunya. Bella mengurut keningnya yang terasa pening. Seharusnya, ia memikirkan semua risiko ini sebelum menyetujui pernikahan mereka tempo hari. Sang suami pun juga merasa nyaman dengan Jelita. Dan itu membuatnya makin frustrasi. “Bel, udah lama nunggu?” Tiba-tiba seorang wanita berambut pirang datang. Thea adalah rekan seprofesi Bella yang selama ini dekat dengannya. Mereka berbagi pengalaman dan pekerjaan sepan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN