Bab 25. Mengusir Jelita

1151 Kata

Malam sudah larut ketika Liam membuka pintu kamar dengan sangat hati-hati. Lampu redup lorong memantulkan bayangan tubuhnya yang tampak lelah. Dari balik pintu kamar Bella, terdengar napas teratur. Istri pertamanya itu akhirnya terlelap setelah seharian mual dan mengeluh pusing. Sudah beberapa minggu ini ritmenya selalu sama. Bella menyita waktunya, menyita perhatiannya, menyita hampir seluruh ruang dalam kepalanya. Dan tanpa sadar, ada satu hal yang terlewat. Jelita. Liam melangkah pelan menuju kamar di ujung lorong. Ia ragu sejenak di depan pintu itu, tangannya terangkat tapi urung mengetuk. Namun saat kenop berputar perlahan, ia mendapati lampu tidur masih menyala redup. Jelita belum tidur. Wanita itu duduk bersandar di kepala ranjang, sebuah buku terbuka di pangkuannya. Wajahnya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN