Tepat pukul dua dini hari, Alexa terbangun dengan keringat bercucuran di dahinya. Bahkan baju tidurnya sudah basah kuyup oleh keringat. Ia mendapatkan mimpi yang sangat buruk. Di dalam mimpinya ia begitu ketakutan saat melihat kedua orang tuanya mati dengan leher yang nyaris putus. Namun yang paling mengerikan dari semua itu adalah pelaku pembunuhan orang tuanya itu adalah dirinya sendiri. Ia begitu tercengang saat menyadari pisau berlumuran darah berada di tangannya, pisau itu langsung terlepas dari tangannya lalu jatuh ke tanah. Alexa mundur selangkah demi selangkah menjauhi mayat kedua orang tuanya yang banjir darah di sekelilingnya akibat luka sayatan yang cukup dalam di leher mereka, luka sayatan itu nampak hampir memutus kepala dan bagian tubuh mereka. Ia ingin menjerit histeris na

