Satu kata untuknya, ironis. Karena bahkan meski ia sudah memiliki segalanya seperti sekarang, dirinya tetap tak berarti apapun bagi kedua orang tua kandungnya. Kedua orang tuanya dengan tega ingin melenyapkannya setelah tahu kalau ia tak lagi berguna untuk menghasilkan pundi-pundi uang bagi mereka. Dan ketika kegelapan mulai menghampirinya ia mencoba meraih cahaya, ia tak ingin jatuh dalam gelap sendirian. Dan tepat ketika tubuhnya terjatuh menyentuh lantai kepalanya terasa seperti tertancap sesuatu, ia tak tahu itu apa namun itu terasa sangat menyakitkan. Seperti ada sesuatu yang melubangi kepalamu dengan cara yang paling menyakitkan. Ia mencoba bangkit namun tubuhnya malah kejang-kejang tak karuan dan rasa sakit di belakang kepalanya semakin menjadi. Matanya membelalak tak bisa menutup

