Nathan dan Freya sedang asik bebincang-bincang di bangku mereka. Kelas yang tadinya sepi perlahan namun pasti mulai ramai oleh datangnya para siswa. “Pagi, Freya,” ucap seseorang. Freya menoleh lalu tersenyum. “Pagi, Gres.” Greesa meletakkan tasnya di atas meja lalu duduk di bangkunya. “Pagi, Beb Nathan .” Nathan menghela napas panjang dengan raut wajah malas. “Pagi, Gres. Masih aja manggil Beb.” “Hehehe. Biarin. Gue lakuin apapun yang gue suka. Sebelum lo jadi pacar gue, lo nggak berhak ngelarang gue untuk ngomong ini atau itu.” Nathan memalingkan wajahnya. “Iya-iya, Gres. Terserah lo aja.” Greesa menopang dagunya di atas tangannya yang berada di atas meja sambil melihat ke langit-langit kelas. “Duh, gue makin nggak sabar ikut PERSAMI nanti. Lo berdua pasti ikut, kan?” “Gue pa

