Pelajaran di kelas kembali dimulai tanpa kehadiran Nathan dan Greesa. Kesempatan ini digunakan oleh Gavin untuk mendekati Freya dengan duduk di bangku Greesa. Gavin menidurkan kepalanya di atas meja sambil melihat wajah Freya. Freya yang menyadari dirinya sedang ditatap kemudian ikut menoleh pada Gavin. Gavin tersenyum lalu memainkan alisnya dengan mengangkat lalu menurunkannya. “Apaan sih, Vin,” bisik Freya agar tidak terdengar oleh guru yang sedang menulis di papan. “Freya,” panggil Gavin dengan berbisik. “Apaan?” “Lo milik gue.” “Hah?” “Walaupun nanti lo pacaran sama Nathan, Freya tetap milik Gavin.” “Heh-heh, itu yang di belakang ngapain?!” teriak guru yang sedang mengajar. Freya kaget lalu menepuk-nepuk pundak Gavin agar duduk dengan benar. Gavin kemudian mengangkat ke

