Gavin, Freya, Nathan dan Greesa berjalan beriringan di halaman kampus. Gavin, Greesa dan Nathan tampak asik membicarakan rencana apa yang akan mereka lakukan di rumah Danisa nanti, tetapi di sisi lain Freya justru masih sibuk memikirkan kejadian tentang Danisa tadi pagi di kelas. “Menurut lo gimana, Frey?” tanya Gavin. “Hah?” Freya agak terkejut ketika mendengar namanya disebut. “Menurut lo gimana?” Gavin mengulang pertanyaannya. “Gimana apanya?” Alis Greesa merapat. “Lo dengerin kami pas lagi ngomong tadi kan?” “Ngomongin apa?” tanya Freya lagi. Gavin menepuk jidatnya. “Astaga, Sayang … ke mana aja sih pikirannya, hah? Mikirin hal lain, ya?” Freya tersenyum kaku lalu mengangguk pelan. “Emang apa yang lagi lo pikirin di saat kami lagi bicarain tentang Danisa, Frey?” tanya

